Jumat, 24 April 2009

Citraland Celebes - Makassar

Terobosan baru dilakukan oleh developer terkemuka di Indonesia, Grup Ciputra yang kembali melirik wilayah Indonesia Timur, tepatnya di Sulawesi Selatan dengan mengembangkan kawasan masa depan, Citraland Celebes Makassar.

Setelah menuai kesuksesan bisnis propertinya di beberapa kota di wilayah KTI, di antara-nya Citra Bukit Indah Balikpapan, Citraland City Manado, dan Citraland City Banjarmasin. Grup Ciputra kemudian kembali menggagas pengembangan bisnis propertinya deng-an melakukan ekspansi ke Makassar. Pengembangan tersebut dilakukan melalui kehadiran Citraland Celebes Makassar, suatu kawasan perumahan berwawasan lingkungan dengan lokasi yang cukup strategis, di kawasan Hertasning Baru. Pengembangan kawasan ini menggunakan konsep The Art of Green Living dan rencananya akan direalisasikan pada tahun ini, di atas lahan seluas 30 hektar dengan menggandeng beberapa bank dalam menunjang Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

The Art of Green Living
Untuk penggunaan konsep The Art of Green Living, dapat dilihat dari Green Architecture yang implementasinya pada desain rumah di Citraland Celebes Makassar. Seperti desain ramah lingkungannya yang didesain sedemikian rupa untuk memberikan akses udara dalam menyejukkan ruangan. Desain lampu akan memberikan penerangan yang efisien di setiap sudut ruangan, atap yang didesain khusus agar memiliki sudut kemiringan yang tepat sehingga dapat menghindarkan panas sekalipun tidak menggunakan AC. Selain itu akan dikembangkan juga fasilitas restoran, kafe, bank, ATM, sekolah dan sarana lainnya guna memudahkan penghuni yang bermukim di dalam Citraland Celebes Makassar.

Konsep Taman
Pengembangan kawasan Citraland Celebes Makassar juga memberikan keunggulan-keunggulan yang cukup fantastik buat user yang akan menempati kawasan ini. Misalnya keberadaan empat taman unik yang mengusung tema-tema berbeda. Seperti Flower Garden, taman yang menawarkan keragaman koleksi bunga indah dan segar. Sangat cocok dijadikan taman rekreasi bersama keluarga. Ada Nature Garden, taman yang dipenuhi pepohonan rindang dan dilengkapi bangku-bangku taman, sangat nyaman dan teduh bagi penghuni kawasan tersebut nantinya. Ada juga Botanica Garden Park, taman yang memiliki pemanandangan indah, juga taman Fruit Orchad, yakni taman dengan aneka jenis buah tropis yang bisa dinikmati penghuni. Selain fasilitas taman, kawasan ini juga menyediakan beragam fasilitas lainnya sebagai kawasan mandiri misalnya Wi-Fi, jalur sepeda, dan kelab keluarga. Jalanan kompleks perumahan didukung taman penadah air hujan sebagai sistem alami pengelolaan air, penerangan jalan umum yang menggunakan solar cell, lampu LED hemat energi, sistem pengamanan yang terjamin melalui kamera pengawas selama 24 jam penuh (CCTV), tombol tanda darurat dan kartu akses elektronik saat memasuki kawasan Citraland Celebes Makassar.
Menurut Deputy Project Manager Citraland Celebes Makassar, Lauw Hendra, pengembangan kawasan teduh ini sebenarnya berkonsep “hijau” di mana kawasan-kawasan yang dulunya gersang dibangun seiring digalakkannya “Go Green” sebagai bagian dari antisipasi pemanasan global dunia. Ke depan, kawasan ini diprediksi akan menjadi kawasan perumahan hijau terbesar di Kawasan Timur Indonesia.

Mitra Lokal
Citraland Celebes Makassar mulai dikembangkan dengan menggandeng mitra lokal. Bagaimanapun, pengemba-ngan Makassar harus melibatkan potensi daerah. Makanya, PT. Graha Celebes Realty terlibat sebagai salah satu developer yang berkompeten dalam merealisasikan kawasan teduh itu. Developer akan mengembangkan kurang lebih 500 unit rumah mewah dua tingkat, dengan pembagian beberapa tahap. Tahap pertama Green Meadow, dan tahap berikutnya Red Burgundy.
Tidak bisa dipungkiri jika kehadiran Citraland Celebes semakin menyemarakkan hunian eksklusif di Makassar, juga sebagai salah satu ikon kota megapolitan dengan potensi investasi yang cukup menjanjikan.

sumber: Makassar Terkini

Lessons from Colombia in improving Jakarta's busways


Following the success of the Bus Rapid Transit (BRT) system in Bogota, Colombia, the city administration in Jakarta is set to collaborate with transport authorities in Bogota to help improve the Transjakarta system.

Indonesian Ambassador to Colombia Michael Menufandu said Bogota's governor had expressed his intention to build a sister-city program with Jakarta.

"Bogota's governor said he wanted to boost cooperation between the two cities by helping with the BRT system and other public facilities," said Menufandu.

"Jakarta can learn from Bogota's TransMilenio bus system to help improve our busways," he told reporters after a meeting with Governor Fauzi Bowo at City Hall on Tuesday.

He hinted at the possibility of the city governors exchanging visits in the near future.

Fauzi welcomed the idea saying, "We've learned much from Bogota's BRT system.

"We hope to learn more from the city in other areas too."

Jakarta has been influenced by Bogota regarding the development of the Transjakarta system, which was first launched in 2004.

"Mr.Ambassador, for instance, explained Bogota's success in reducing crime," said Fauzi.

As of today, Transjakarta buses, known locally as the busway, operate in eight areas.

However, the Transjakarta management has faced many problems due to poor service delivery.

The lack of buses and an unresolved tariff problem between Transjakarta and the consortium operating the corridors has recently complicated the situation.

Many busway users complain of overcrowded buses, damaged shelters and long delays in the operation of new routes.

Separately, the administration said it hoped to sign the basic engineering design contract for the Mass Rapid Transit (MRT) project next month.

"The project can start after the signing takes place in May," Sarwo Handayani, the city's assistant for development and environment was quoted as saying by beritajakarta.com.

Head of the transportation agency, Mochamad Tauchid Tjakraamidjaja, said his office would carry out plans to handle traffic problems that might come up once the construction project started in 2011.

The building of elevated roads and the MRT depot, he said, is expected to start in 2011 and finish in 2014, while the construction of underground routes will commence in 2011 and be completed in the next 4 years.

The 14.5-kilometer MRT route - spanning from Lebak Bulus in South Jakarta to Dukuh Atas in Central Jakarta - is expected to be operational in 2016. About 10.5 kilometers of the route will be elevated, while the remaining route will be built underground.

The MRT is expected to carry up to 340,000 passengers per day.

Perjalanan Perdana KRL AC Bekasi-Priok Telat 18 Menit


BEKASI, KOMPAS.com — Perjalanan perdana kereta rel listrik (KRL) Ekonomi AC jurusan Bekasi-Tanjung Priok, Kamis (23/4) pagi ini, terlambat 18 menit tiba di Stasiun Priok, Jakarta Utara.

Menurut jadwal, kereta yang berangkat dari Stasiun Bekasi pukul 09.30 itu mestinya sudah masuk Stasiun Priok pukul 10.22, tetapi ternyata KRL baru masuk pukul 10.40.

Meski demikian, secara keseluruhan, perjalanan perdana KRL AC Ekonomi Bekasi-Senen-Priok itu cukup lancar.

Menurut Kepala Humas PT KA Daops I Jabodetabek Ahmad Sujadi, animo penumpang dari Bekasi cukup besar. "Penumpang yang naik dari Bekasi tercatat 475 orang," kata Sujadi setibanya di Tanjung Priok.

Pemantauan Kompas, penumpang dari Bekasi memadati empat gerbong, tetapi jumlah penumpang makin sedikit mendekati Priok. Bahkan, gerbong nyaris kosong. Sebagian besar penumpang sudah turun di Pasar Senen dan Kemayoran.

Meski demikian, kehadiran KRL ekonomi AC Bekasi-Priok ini tetap disambut gembira para pengguna jasa angkutan massal itu. Ny Teny, warga Wisma Asri, Bekasi Utara, yang tiap pagi menumpang kereta, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran KRL ini. "Lebih murah tarifnya, lebih cepat, dan lebih nyaman," katanya.

Biasanya, dia harus dua kali ganti moda angkutan kalau akan ke Tanjung Priok, tetapi sekarang cukup dengan satu kereta.

Sistem Transportasi di DKI Berorientasi Proyek

[JAKARTA] Pembangunan sistem transportasi di Jakarta hingga saat ini dinilai sejumlah kalangan masih berorientasi pada proyek. Seperti halnya proyek prestisius monorel yang hingga kini arahnya semakin tidak jelas.

Hal itu diungkapkan pakar tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna dalam diskusi Publik Hari Bumi dengan tema Menyelamatkan Jakarta dan Kegagalan Sistem Transportasi di Jakarta, Rabu (22/4).

"Lihat saja proyek busway. Setelah itu ada proyek monorel yang diwacanakan dan busway ditelantarkan. Setelah monorel, ada lagi proyek yang lebih besar yaitu MRT (mass rapid transit). Pemprov seharusnya fokus mengembangkan yang sudah dikerjakan terlebih dulu," ujar Yayat.

Yayat menegaskan, sistem yang sudah berkembang selama ini sebaiknya tetap dikelola sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Dia juga meminta tidak menelantarkan monorel yang fondasinya telah dibangun.

"Proyek itu (monorel, Red) harus diteruskan karena akan jadi preseden buruk bagi investasi di Indonesia. Kalau proyek itu benar-benar gagal, masyarakat akan menilai pemprov tidak serius dalam mengembangkan transportasi yang nyaman dan aman," katanya.

Senada dengan Yayat, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Susantono menyarankan, Pemprov untuk mulai memikirkan sebuah sistem transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi dengan transportasi lain.Dengan demikian, masyarakat bisa memperkirakan waktu perjalanan dari satu tempat ke tempat lain.


Hasil Survei

Bambang menyebutkan, menurut hasil survei Studi Masterplan Bodetabek oleh konsultan Jepang JICA, 30 persen dari pendapatan warga Jakarta terserap untuk biaya transportasi.

"Proporsi untuk biaya transportasi tersebut bertambah besar untuk masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. Sekitar 60 persen pengguna jalan di Jakarta berhenti dan sisanya bergerak dalam perjalanan," ujar Bambang dalam acara diskusi publik itu.

Bambang menyarankan agar pemprov segera mengintegrasikan busway dengan kereta api commuters (Depok Ekspres, Bogor Ekspres, Bekasi Ekspres) dengan sistem satu tiket.

Bambang juga mengkritik Pemprov DKI yang terlalu banyak berkutat pada wacana. "Sistem transportasi yang ada seharusnya, menurut dia, bukanlah ditelantarkan namun harus terus dikembangkan. Pemprov terlalu banyak berkutat pada wacana," ujarnya.

Dia mencontohkan, busway sudah berkembang, tapi kondisinya saat ini juga tidak jauh berbeda dengan bus umum. Lalu waterway tak jelas rimbanya dan kini muncul MRT.

"Akhirnya, warga Jakarta lebih banyak memilih kendaraan pribadi sebagai alat transportasi karena dinilai lebih aman, efisien dan praktis. Jadi, jangan salahkan pilihan masyarakat yang berprinsip myway," katanya.[HTS/U-5]

Paradyto's Great Shots (From 23rd Floor of Menara Bidakara, Jakarta)








By paradyto (Skyscrapercity Indonesia)

Rabu, 22 April 2009

INILAH STADION-STADION YANG AKAN DAN SEDANG DIBANGUN DI INDONESIA


Stadion Perjiwa (2009)
Kota : Tenggarong, Kalimantan Timur
Dibangun : Tahun 2007 masih dalam tahap penyelesaian.
Kandang : -
Kapasitas : 35.000 kursi.
Tipe stadion : Stadion Madya (Olimpiq)
Kategori : A

Sejarah Singkat

Stadion Perjiwa, Tenggarong, penggarapannya baru rampung 50 persen. Jika sudah rampung seratus persen, stadion ini dipastikan akan lebih megah dibanding Stadion Utama Palaran ataupun Senayan. Selain lapangan standar Eropa, stadion ini akan dilengkapi atap model knock down. Atap bisa distel membuka dan menutup secara digital.(sejarah singkat, sumber: google.com).



Stadion Nasional (2012)
Kota : Pekanbaru, Riau
Dibangun : Mulai dibangun tahun 2009
Kandang : -
Kapasitas : 63.932 kursi.
Tipe Stadion :
Kategori : A

Sejarah singkat

Stadion Nasional Pekanbaru akan mulai dibangun pada tahun 2009 untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional XVIII Riau 2012, stadion ini merupakan stadion utama event tersebut. Dengan arsitektur modern nantinya akan menjadikannya stadion terbaik di Indonesia.



Stadion Gedebage (2011)
Kota : Bandung, Jawa Barat
Dibangun : masih dalam tahap pembangunan (perkiraan selesai 2011-2012)
Kandang : -
Kapasitas : 40.000 kursi.
Tipe Stadion : Stadion Sepakbola Lama
Kategori : A

Sejarah Singkat

Stadion Gedebage merupakan stadion masa depan Persib Bandung untuk menjalani partai kandang di Kompetisi Liga Indonesia.



Stadion Gelora Bung Tomo (sekarang dalam pembangunan)
Kota : Surabaya, Jawa Timur
Dibangun : Tahun 2008, stadion ini masih dalam tahap pengerjaan.
Kandang : -
Kapasitas : 50.000 tempat duduk.
Tipe stadion : Stadion Sepakbola Lama.
Kategori : A (90)

Sejarah Singkat

Stadion Gelora Bung Tomo terletak di Surabaya Barat. Jawa Timur yang merupakan kandang masa depan dari klub Persebaya Surabaya.

sumber : kaskus.com

Penerbangan Mandala dari Terminal 3 Soekarno-Hatta Lancar


Penerbangan perdana maskapai Mandala Airlines melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (21/4) kemarin, berjalan lancar. Penerbangan dengan nomor RI-394 rute Jakarta-Balikpapan ini menggunakan pesawat Airbus A320 yang berisi 141 penumpang.

“Itu adalah penerbangan pertama setelah Mandala memindahkan operasionalnya dari Terminal 1C ke Terminal 3,” kata Head of Corporate Communication Mandala Airlines, Trisia Megawati, dalam rilisnya, Rabu (22/4).

Pada tanggal yang sama, Mandala telah melayani 44 penerbangan keluar (outgoing) dan masuk (incoming). Penerbangan ini menghubungkan Jakarta dengan kota-kota seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Medan, Padang, Batam, Pontianak, Bengkulu, Pangkalpinang, Jambi, Pekanbaru dan Tarakan.

“Pada hari perdana operasional di Terminal 3 ini, seluruh jadwal penerbangan tepat waktu,” ujar Trisia. Ia melanjutkan, ini semua berkat koordinasi dan dukungan yang baik dari pihak otoritas bandara, PT Angkasa Pura II, yang mendukung kelancaran operasional.

Mandala juga menyediakan transportasi bagi penumpang yang tersesat dari Terminal 1C ke Terminal 3. Cara ini bertujuan meminimalisasi gangguan ketidaknyamanan penumpang.

Rencananya, penyediaan transportasi ini akan terus berlangsung sampai tidak ada penumpang yang tersesat ke Terminal 1C. Bahkan, kantor penjualan tiket Mandala di Terminal 1C masih akan dibuka untuk membantu penumpang yang membutuhkan informasi.(tempointeraktif.com)